Menu

Mode Gelap

Hukum & Kriminal · 16 Sep 2021 16:46 WIB

Diputar Rekaman Bukti Dugaan Pungli BOP dan BOS, Kadisbud Pamekasan Malah Mangkir


					Diputar Rekaman Bukti Dugaan Pungli BOP dan BOS, Kadisbud Pamekasan Malah Mangkir Perbesar

PAMEKASAN. Dewan Energi Aspirasi Rakyat Jawa Timur (Dear Jatim) kembali melakukan aksi demonstrasi Jilid 2 ke kantor dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan. Kamis, (16/09/2021).

Demo jilid II tersebut merupakan tindak lanjut terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) untuk bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) PAUD, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan fee proyek sebesar 25 persen yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik tahun 2021.

Koordinator aksi (Korlap) Faisol Dear mengatakan, bahwa Dear Jatim akan membeberkan bukti-bukti terkait aroma dugaan pemotongan bantuan BOP, BOS dan pemberian fee proyek sebesar 25 persen dari rekanan untuk satu kontrak kerja.

BACA JUGA:  17 Korban Penipuan Geruduk Kantor BRI Pamekasan, Pimpinan Bank Mangkir

Dengan membawa poster dengan macam tulisan dan bendera Dear Jatim, masa aksi secara gantian melakukan orasi dan memutar rekaman video dari salah satu kepala sekolah terkait dugaan pemotongan bantuan itu.

“Sesuai permintaan pak Kadisdik, kami akan beberkan bukti dan kita diskusi secara terbuka supaya publik tahu,” kata Faisol menyambut Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini yang mau menemui masa aksi.

BACA JUGA:  Mengerikan, Jalan Ambles di Pamekasan Sepanjang 14 Meter dan Retak 23 Meter Dekat Permukiman Warga

Setelah lama berorasi, para demonstran langsung memutar bukti vidio dengan menggunakan sound system.

Dalam bukti yang diputar dengan disaksikan puluhan orang tersebut, salah kepala sekolah (Kepsek) dengan suara laki-laki mengaku dan blak-blakan bahwa ada oknum dari Disdikbud yang memotong anggaran BOP.

Dari rekaman itu, bahwa lembaga itu menyebutkan bahwa lembaganya di data pokok pendidikan (Dapodik) tercantum dengan jumlah 25 siswa. Akan tetapi, ketika waktu pencairan hanya 16 siswa yang cair.

“Ini sebagian bukti, akan kami putar bukti-bukti yang lainnya. Dengan kesepakatan kita diskusi terbuka,” kata Faisol usai memutar rekaman itu.

BACA JUGA:  Senjata Tajam dan Barang Elektronik Ditemukan dalam Lapas Pamekasan, Kok Bisa?

Faisol mencurigai, pemotongan tersebut dilakukan dengan secara struktur antara oknum Disdikbud dan oknum Bank penyalur.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini usai mendengarkan bukti rekaman tersebut langsung meninggalkan masa aksi.

Alasannya, ia tidak mempunyai wewenang dalam penyaluran dan pencairan dan meminta langsung bukti rekaman itu.

Lanjut Faisol, sebenarnya ada banyak bukti lain yang hendak kita diskusikan. Hanya saja Kepala Disdikbud Pamekasan Akhmad Zaini langsung pergi.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polisi Gagalkan Penyelundupan 18 Ton Pupuk Bersubsudi di Sumenep

15 Maret 2023 - 12:18 WIB

Polisi Pengungkap Kasus Tabrak Lari di Jatim Diganjar Penghargaan

23 Februari 2023 - 18:51 WIB

Bikin SIM Bakal Gunakan Scan Wajah, Polres Sumenep akan Ambil Langkah Ini

20 Februari 2023 - 19:09 WIB

Sepanjang 2022, Kasus Narkoba di Pamekasan Capai 130 Kejadian

1 Januari 2023 - 06:39 WIB

Pemkab Pamekasan Imbau Masyarakat Stop Jual-Belikan Rokok Ilegal

2 November 2022 - 06:28 WIB

Ditolak di Sejumlah Daerah, Kini Sumenep Juga Menolak Kedatangan Hanan Attaki

27 Juli 2022 - 13:18 WIB

Trending di Hukum & Kriminal