Sumenep, (Croscek.id)- Nama Naghfir mulai dikenal masyarakat Sumenep semenjak dirinya menjabat sebagai pejabat pembuat akte tanah (PPAT) pada 2019 lalu.
Sebelum berkiprah di profesi pembuat akte tanah, ia memilih bekerja di bagian legal permodalan nasional madani (PNM) pada tahun 2014 hingga tahun 2015.
2 tahun berkarir sebagai PPAT, Naghfir akhirnya dilantik sebagai Notaris pada selasa (30/11/2021) lalu.
Ia dilantik sekaligus mengambil Sumpah/Janji Jabatan Notaris di Dyandra Convention Center Surabaya.
“Alhamdulillah, saya sudah resmi dilantik sebagai notaris di Kabupaten Sumenep,” begitu kata ayah satu anak ini bercerita kepada Teliksandi.net, Sabtu (4/12/2021)
Menurut Cak Naghfir, begitu ia biasa disapa, Notaris yang dilantik pada saat itu ialah sebanyak 257 orang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Untuk Sumenep, hanya ada lima orang, termasuk Naghfir.
“Ini adalah jimat untuk menjadi orang yang bersih, cerdas dan menolong sesama. Karena kejujuran adalah tonggak utama bagi perjalanan manusia,” sambungnya menjelaskan.
Pada awal-awal meniti karir, Ia mengaku sempat mengalami rasa putus asa antara melanjutkan atau tidak sebagai notaris. Sebab, menurutnya, menjadi notaris tidaklah mudah, notaris memikul tanggung jawab yang sangat besar.
Ia mengurai, notaris merupakan pejabat umum yang bergerak di bidang jasa serta berhak membuat perjanjian, membuat akte auntentik yang harus berlandaskan jujur, amanah, seksama, mandiri dan tidak berpihak.
“Sebab perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah, melainkan butuh perjuangan, tekad yang kuat untuk mencapai puncak kejayaan,” sambungnya.
Selama meniti karir, ujian terberat yang dialami Naghfir ialah ujian kode etik notaris (Uken) sebagai penentu kelulusan. Karena pesertanya bukan hanya tingkat provinsi, melainkan se-Indonesia.
Ia harus mengikuti tahap awal yakni magang selama 2 tahun, seminar, tes, ujian kode etik notaris, peningkatan kualitas jabatan notaris, rebutan milih formasi dan terakhir finalisasi pelantikan.
“Tapi karena ada kemauan yang kuat serta dukungan orang tua, saya tetap melanjutkan cita-cita saya ini,” katanya.
Selain itu, ia juga berkarir pendidikan. Yakni, menjadi Dosen di Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri Maliki Malang.
“Mulai tahun 2018-sekarang Dosen UIN Malang. Konsentrasi ngajar Hukum Perusahaan. Hukum pasar modal. Hukum Investasi dan Kontrak2 Syari’ah,” tandas dia. (Red)