Menu

Mode Gelap

Sosial · 25 Des 2021 08:04 WIB

Semangat Mbah Surya Menjual Kerupuk Selama 14 Tahun, Tak Redup di Tengah Pandemi


					Semangat Mbah Surya Menjual Kerupuk Selama 14 Tahun, Tak Redup di Tengah Pandemi Perbesar

Sumenep, kroscek.id – Keuletan Mbah Surya, warga Dusun Dunggadung Desa Karduluk Kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep ini mungkin bisa menjadi pelajaran untuk tetap semangat dan bersyukur menikmati hidup.

Usia Mbah Surya boleh tua, tetapi semangat kerjanya tidak kalah dengan anak muda masa kini.

Di usianya yang kini telah menginjak 75 tahun, nenek ini tiap hari tak lelah menggoreng kerupuk, dan menjajakan kerupuk hasil gorengannya ke toko-toko di sekitar Mbah Surya tinggal.

Saat didatangi kroscek.id di kediamannya, Mbah Surya nampak sedang menggoreng kerupuk jenis tempe dengan mengandalkan alat seadanya. Wanita yang akrab disapa Mak Rajeh ini semringah menebar senyum.

BACA JUGA:  Ngabuburit, Ansor Pamekasan Bagikan Takjil untuk Pengendara

Mbah Surya ternyata tidak berjuang seorang diri. Ibu kandungnya yang bernama Duwini rupanya masih hidup dengan sehat. Setiap kali Mbah Surya bekerja, Mbah Duwini juga ikut bekerja membantu Mbah Surya.

Dari penjualan kerupuk, Mbah Surya tiap hari mendapat penghasilan Rp15 ribu hingga 40 ribu rupiah. Uniknya, meski pandemi penghasilan Mbah Surya tidak mengalami penurunan.

“Kalau kerupuk mentahnya beli. Hasil bersihnya sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu nak. Tapi kalau kerupuk buatan sendiri, bisa sampaj Rp40 ribu,” kata Mbah Surya sembari tersenyum, Sabtu (25/12/2021).

Mbah Surya memulai bisnis jualan kerupuk semenjak tahun 2007. Meski sudah dilarang keluarga, Mbah Surya tetap memilih berjualan. Baginya, berjualan adalah satu cara agar tetap aktif dan produktif.

BACA JUGA:  Pemkab Pamekasan Gelar Seleksi Terbuka Jabatan Sekda, Berikut Jadwalnya

“Kalau hanya berdiam di rumah, tidak enak, Nak. Kalau jualan tambah semangat. Tambah gairah hidup,” sambung Mbah Surya menjelaskan.

Ada banyak kisah unik dan menarik yang dialami Mbah Surya selama berjualan kerupuk. Mulai dari tidak dibayar di kala dagangannya habis, hingga mendapatkan pelanggan yang baik hati.

“Kalau saya sistemnya kan nitip, Nak, ke warung-warung. Nah, warungnya itu kan warung kecil. Kadang meski kerupuknya sudah habis, pemilik warung masih belum bisa langsung bayar. Saya masih harus nunggu beberapa hari,” kelakar Mbah Surya.

BACA JUGA:  Mahfud MD: Kibarkan Bendera NU Setinggi Mungkin

Seorang anak Mbah Surya, Slamet Badri menambahkan, ibunya adalah orang yang sangat aktif. Mbah Surya tidak bisa hanya duduk berdiam diri di rumah. Ada saja pekerjaan yang dilakukan meski kini usianya tidak muda lagi. Mulai dari menyapu lantai, mencuci piring, mencuci baju, hingga menjemur pakaian seringkali dilakukannya sendiri.

“Ibu ini tidak bisa diam. Ada saja yang dikerjakan. Mulai dari nyapu, cuci piring, cuci baju, bahkan dulu sebelum berjualan kerupuk, ibu sempat jadi pedagang lemari,” jelasnya. (win/mad)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selama Kepemimpinan Baddrut Tamam, Pemkab Pamekasan Bangun 58 Unit Wamira Mart

19 September 2023 - 14:53 WIB

Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur saat meresmika Wamira Mart.

Pesan Ketua DPRD Sumenep Jelang Tahun Politik 2024: Jaga Kerukunan dan Kekompakan

15 September 2023 - 06:46 WIB

Harga Garam di Madura Anjlok, NU Pamekasan Beri Atensi

13 September 2023 - 14:47 WIB

3 Imbauan Penting dari Ketua P4TM untuk Petani Tembakau Madura

18 Agustus 2023 - 18:46 WIB

Harga Tembakau di Pamekasan Melonjak, Tembus Rp75 Ribu Per Kilogram

15 Agustus 2023 - 18:10 WIB

Jelang Lebaran, Terminal Arya Wiraraja Sumenep Siapkan 300 Bus untuk Layani Arus Mudik

18 April 2023 - 14:14 WIB

Trending di News