Menu

Mode Gelap

News · 1 Mar 2023 16:35 WIB

Berkat Program UMKM Pemkab Sumenep, Pendapatan Pembatik Beddei di Pakandangan Meningkat


					Seorang Ibu pembatik di Pakandangan Barat saat melakukan lorot salah satu proses pembuatan batik Perbesar

Seorang Ibu pembatik di Pakandangan Barat saat melakukan lorot salah satu proses pembuatan batik

Sumenep, Kroscek.id- Program pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) batik tulis di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur Mampu mendongkrak perekonomian pembatik.

Menurut salah seorang pelaku UMKM, Dauli mengatakan, pendapatan usaha batiknya mengalami peningkatan yang signifikan sejak Pemkab Sumenep melakukan program pemberdayaan didaerahnya Pakandangan, Kecamatan Bluto.

Jika di rata-rata sebelum adanya program pemberdayaan tersebut, pembatik jenis beddei hanya mendapatkan rata-rata upah sebesar Rp1,2 ribu sampai Rp 2 ribu perpotong, saat ini Pembatik bisa meraup penghasilan Rp8 ribu hingga Rp12 ribu dalam satu lembar kain batik.

“Dulu keuntungan satu box yang berisi 15 lembar kain batik hanya Rp 20 ribu sekarang hampir menyentuh Rp 450 ribu” ungkapnya.

BACA JUGA:  Geger, Warga Pamekasan Tewas dengan Kondisi Luka Sabetan Sajam di Leher

Belum lagi keuntungan lainnya yang didapat oleh pembatik dan pelaku UMKM dari murahnya biaya produksi. Tidak hanya itu bahan-bahan produksi untuk pembuatan batik sangat mudah didapat oleh pembatik dan pelaku UMKM.

Hal itu tidak terlepas dari adanya koperasi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam program pemberdayaan pembatik oleh Pemkab Sumenep. Keuntungan lainnya pembatik dan pelaku UMKM saat ini tidak lagi kesulitan dalam memasarkan produknya.

“Bersyukur sekali adanya program ini, pendapatan dan ekonomi masyarakat terutama pembatik dan pelaku UMKM bertambah,” ujarnya

Sebab menurutnya, Pemkab Sumenep sudah memberdayakan lewat program pengadaan seragam batik untuk ASN sebagai wujud dari kebijakan yang berbasis terhadap lokal wisdom.

BACA JUGA:  Kasihan, Seorang Wartawan Jadi Korban Tabrak Lari di Jakarta Selatan

Berdasarkan data jika di rata-rata pendapatan pelaku UMKM setiap minggunya sejak program ini diluncurkan sebesarkan Rp 1,5000, 000, jika dikalkusi dalam satu bulan pendapatannya berada diangkat Rp 6,000,000 sudah tiga kali lipat Upah Minum Kabupaten (UMK) Kabupaten Sumenep.

Kondisi tersebut, kemudian berdampak terhadap meningkatnya geliat pembatik untuk kembali berkarya. Selain itu peningkatan ekonomi juga mampu menekan transmigrasi masyarakat di Desa Pakandangan Barat keluar daerah.

“Kalau merugi pasti ditinggalkan oleh masyarakat. Tapi karena untung besar banyak pembatik yang sebelumnya fakum kembali membatik,” jelasnya

Dauli dan masyarakat pembatik di Pakondang Barat Kecamatan Bluto, berharap warisan bnenek moyangnya berupa batik beddey ini tetap bertahan tidak lekang dimakan zaman.

BACA JUGA:  Pemkab Pamekasan Raih Penghargaan Penggerak Reformasi Birokrasi

Akar masalahnya selama ini adalah harga pasar batik beddei yang sangat rendah dipasaran. Dengan adanya perhatian pemerintah melalui program pemberdayaan masalah tersebut teratasi.

“Dulu sangat macet karena memang merugi tidak sesuai dengan biaya produksi,” ungkapnya

Hingga membuat banyak anak muda tidak lagi enggan untuk membatik. Makanya Dauli berharap program pemberdayaan UMKM batik tersebut, dapat dilanjutkan dalam jangka panjang. Sehingga dapat menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat setempat.

“Semoga programnya dapat dilanjutkan karena memang masyarakat sangat merasakan betul dampaknya,” harapnya (ki/pik).

Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ternyata! Buron Mafia Pupuk Bersubsidi di Sumenep Seorang Penguasa

18 Maret 2023 - 14:45 WIB

Polisi Gagalkan Penyelundupan 18 Ton Pupuk Bersubsudi di Sumenep

15 Maret 2023 - 12:18 WIB

Jadi Prioritas, DPRD Sumenep Akan Genjot Pembahasan 3 Raperda Ini

14 Maret 2023 - 11:21 WIB

Polisi Pengungkap Kasus Tabrak Lari di Jatim Diganjar Penghargaan

23 Februari 2023 - 18:51 WIB

6 Kader Mundur dari Kepengurusan KNPI Sumenep, Pemuda Muhammadiyah Angkat Bicara

21 Februari 2023 - 06:24 WIB

Dapat Tambahan Dokter Spesialis, Poli Jantung RSUDMA Sumenep Buka Praktek Tiap Hari

15 Februari 2023 - 14:57 WIB

Trending di Kesehatan