close menu

Masuk


Wajib Diketahui Kaum Ibu, Ini Program Penting Poli Anak RSUD Moh Anwar Sumenep

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H Moh Anwar Sumenep.

Penulis: | Editor:

Sumenep, Kroscek.id-Bayi yang baru lahir hingga balita rawan terkena virus dan penyakit, sehingga menuntut para orang tua untuk sigap mengatasinya.

Namun, para orang tua di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tak perlu risau jika terjadi sesuatu dengan kesehatan si kecil.

Sebab, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep telah menyediakan pelayanan Poli Anak yang ditangani langsung dokter spesialis anak.

Direktur Utama RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati mengatakan, penyakit pada anak tidak boleh disepelekan, orang tua harus segera ambil tindakan tepat jika terjadi sesuatu.

Untuk itu, poli anak di RSUD dr Moh Anwar salah satu jawabannya. Disana, orang tua bisa berkonsultasi soal kesehatan anaknya, mulai tata cara merawat anak tumbuh sehat hingga cara menjaga pola makan anak.

“Disini (poli anak.red), orang tua bebas berkonsultasi, untuk mengatasi persoalan penyakit yang kerap terjadi pada anak,” kata dr. Erliyati, Senin (20/5/2024).

Terkait kesehatan anak ini, dr. Erli menyarankan supaya masyarakat mengikuti program-program pemerintah, seperti rutin datang ke Posyandu dan imunisasi anak.

Dia menjelaskan, imunisasi sebagai upaya untuk memberikan kekebalan imun kepada anak dengan menggunakan dua konsep tindakan, yaitu menyuntikkan vaksin dan yang kedua diminumkan.

“Tidak hanya imunisasi, saran-saran lain harus terus diindahkan. Sebab, semuanya memang untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, bahwa imunisasi merupakan upaya tindakan kesehatan paling efektif dan efisien dalam mencegah terjangkitnya penyakit menular yang berbahaya bagi anak-anak.

“Imunisasi yang sesuai dengan program pemerintah dibagi menjadi dua macam, yakni imunisasi rutin dan imunisasi tambahan,” katanya, menjelaskan.

Imunisasi rutin dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu imunisasi dasar yang diberikan kepada bayi, imunisasi yang diberikan kepada bayi di bawah dua tahun dan imunisasi anak usia sekolah.

“Sedangkan imunisasi tambahan hanya diberikan kepada kelompok khusus dan pada kurun tertentu saja,” tandasnya. (*)